Lagi suntuk dengan kerjaan n ngadepin problema, ditemani secangkir kopi panas, sambil klak klik email, eeh ada email masuk , pas dibaca, artikel yang bagus untuk direnungkan.. saya coba share disini y, kali aja diantara kalian juga ada yang merasakan hal yang sama.
“Mengeluh"
(Good Article to Read)
Sebuah ‘kata’ sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar
maupun tidak sadar. Seberapa sering anda mendengar keluhan dari teman2 anda.
Atau sadarkah anda seberapa sering anda mengeluh dalam sehari ke orang2
terdekat anda???
Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti
biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan
berbagai macam hal lainnya.
Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba
untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling
banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
Dan jujur saja saya tadinya adalah seorang yang sangat suka mengeluh tentang
sesuatu dalam hidup. Pekerjaan, Hubungan dengan seorang wanita yang gak
jelaslah, dll. Tapi setelah saya merenung dan ditambah saya menerima email dari
seorang teman yang isinya kurang lebih
tentang "mengeluh" itu sendiri (dibawah). Syukurlah saya menjadi
orang yang lebih bersyurkur.
"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja
suruh gue nginep di kantor!"
"Kerjaan gue
ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des"
gue"
"Anak buah
gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".
Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda
semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal
tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh
mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali
dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau
rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia pindah ke pekerjaan
berikutnya dia
selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat
bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan
selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar
untuk tidak mengeluh.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini
menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan.
Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan
yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang
mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman
kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan
menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman
kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh?
Kita mengeluh
karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan
kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang
susah, kita hanya perlu bersyukur.
Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang
dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan
Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?
Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi
bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh
karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa
sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu
tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan
tambahan.
Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin
dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat
dari yang Anda harapkan.
Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan
keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal
yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk
mengeluh.
Try it now:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas
pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda
syukuri.
Ambilah waktu
selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan
Anda.
2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut
ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian
hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan
pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi
pada saat ini.
3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama
teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak
sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki,
maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."